Mendapatkan VISA itu……. :((

Halo.

Sekarang ceritanya saya lagi galau KP nih. Ngeliat temen-temen yang udah mulai kape dan udah berbagi ceritanya tentang gimana suka-dukanya kape, saya semakin miris 😦

Kenapa galau? Kan asik tuh kape di yu-es? Ya kalo udah bisa berangkat mah pasti asik, sementara sekarang masih belum dapat kepastian tentang visa. Ngurus visa ke yu-es itu terkenal ribet, walau beberapa ada yang bilang gampang, entahlah ya, menurut saya penilaiannya rada subjektif.

Tentang Visa

Saya dapat berita keterimanya awal April. Mengingat selisih April dan Juni itu cuma 2 bulan, setiap minggu, saya mengirimkan email ke HR yang disana kapan mulai mengurus visa dan apa-apa saja yang perlu saya persiapkan. Namun karena PG lagi sibuk banget nerima banyak karyawan (sebelum saya keterima ada 80-an, sekarang 120-an),  persiapan dokumen untuk visa baru dimulai bulan Mei. Semua yang saya bisa persiapkan udah dipersiapkan sih, seperti passport dan foto.

Kemudian saya disuruh mengisi form aplikasi ke Cultural Vistas. Pengisian form ini sempat dilakukan berkali-kali karena kesalahan bodoh yang saya lakukan. Kemudian juga diminta surat keterangan mahasiswa dan surat rekomendasi. Katanya surat rekomendasinya ga masalah short and simple, jadi ya udah karena butuh ya buatnya juga apa adanya. Ini memakan waktu 3 hari.  Trus setelah saya mengirimkan surat keterangan dan rekomendasi, ternyata formnya ada yang salah. Jadi kirim ulang lagi. Totalnya semua jadi sekitar 1 minggu (weekend ga dihitung yak). Aplikasi pun dikirim.

Oh iya, visa yang saya apply itu namanya J-1, yaitu visa untuk pertukaran pelajar dan training. Jadi salah satu syaratnya itu ada surat DS2019 dan Ds7002 yang menerangkan tentang program trainingnya. Hal-hal yang saya urus diatas tersebut digunakan sebagai syarat untuk membuat DS ini. DS ini dibuat oleh lembaga yang salah satunya itu Cultural Vistas.

Minggu kedua Mei, saat kita ujian, saya mendapatkan keterangan kalau ternyata surat rekomendasinya harus punya letterhead. Karena lagi hectic ujian, saya mengirimkan surat rekomendasi dari itb yang juga diurus saat ngurus surat keterangan mahasiswa, namun ternyata tidak cukup, dan baru dibalas 3 hari kemudian 😐 Pas weekend jadinya ngurusin ini.

Minggu ketiga, Syaratnya sudah lengkap (termasuk mengganti surat rekomendasi yang awalnya hanya berupa email)! Kemudian ada form yang harus ditandatangani oleh PG, discan, dikirim ke saya, tandatangan, scan, kirim ke Cultural Vista. Kena 2 hari karena masalah perbedaan waktu. Trus ternyata yang jadi PICnya lagi cuti dong 😐

Seminggu kemudian, barulah saya mendapatkan scanned version dari ds2019 dan ds7002. Dengan dokumen tersebut, saya bisa mengurus ds160 yang diperlukan untuk ngebuat janji wawancara visa di kedutaan. Karena wawancara membutuhkan dokumen asli, maka saya baru bisa membuat janji wawancara untuk hari setelah dokumen tersebut nyampai di hari Jumat tanggal 1, yaitu tanggal 4 Juni, Senin.

Wawancara! Saya khawatir beberapa hal di dokumen ini. Nama saya ada yang Muhammad Adinata Thayib, ada yang Muhammad Adinata, ada juga yang Muhammad Thayib. Ini semua karena passport namanya Muhammad Adinata Thayib, gara-gara petugas imigrasi seenaknya menambahkan sehingga menjadi 3 kata. Lain kali kalo punya anak langsung kasi 3 kata aja biar ga ribet kalo mau ngurus apa-apa ya. Selain itu juga khawatir dengan inconsistency tentang tanggal. Dokumennya nulis bisa sampe 1 tahun, tapi tanggal kerjanya Mei-September, sementara saya taunya Juni-August/September. Alhasil pada saat wawancara saya kebingungan ngejawab apa dan di todong gitu ama interviewernya. Hasilnya dapat kartu kuning.

Apa itu kartu kuning? Intinya, visanya diterima, tapi ada hal administratif yang harus di cek. Berapa lama? Wah ga tau mas, bukan dari kedutaan kalo mengenai hal itu. Bisa ampe 2 bulan… DAFUQ. (fyi pewe katanya cuma 3 hari, let’s pray on this 5th day). 😦 )

Gimana ga galau? Kalau misalnya kape di tempat lain selagi menunggu trus visanya keluar, kape yang di sini ditinggal? Ga enak dong. Tapi kalo ternyata baru keluar 1 bulan lagi, gimana dong? Masih lanjut apa ga? Kalau ga lanjut ga enak ama PG nya, tapi kalo lanjut, kuliah gw gimana? :((

Jadi nasib saya sekarang luntang-lantung ga jelas mau ngapain….

Moral cerita: Paling tidak uruslah visa dari 2 bulan sebelum keberangkatan…….

Penambah Kegalauan

Ceritanya saya makin dan sangat galau adalah dengan nyampenya kiriman ini:

Paket FedEx

Isinya... sampah?

Isinya… sampah?

WOW!

Cool Sweater!! PG FTW!

:’)

Btw, itu mac pinjeman yak, bukan dikasi 😐 Trus pas dibuka, langsung muncul hal-hal yang harus dipelajari dong. :)) Dan ini paket harusnya nyampe satu bulan yang lalu, tapi nyangkut di Bea Cukai. D*mn administration.

Isi paket:

  • MacBook Pro 15″ i7 (*ngiler)
  • T-Shirt x4 (ada yang mau?)
  • Sweater
  • Notebook
  • Pen
  • Flashdisk
  • Last but not least, Love Letter :’)

dieend

Advertisements

15 thoughts on “Mendapatkan VISA itu……. :((

  1. Semua akan indah pada waktunya din… semoga cepet kelar yak urusan visanya… biar bisa bagi2 pengalaman di SF. Dan biar bisa nraktir juga ntar :p

  2. kalo visa Australia serumit ini gak ya? wong pengumuman lombanya aja baru 1 bulan sebelumnya…

  3. mau din!
    *belum ada yang jawab tuh kayaknya 😀

    gw kira nama asli lu itu yang 3 kata, ternyata ditambah2in ya

      • Update: baru dapat berita, klg saya sdh diaproved visanya dari kartu kuning, ya berarti memang seminggu utk check administrasi, dengan asumsi semua dokumen gak bermasalah.

  4. Pingback: Masalah Nama Belakang Tambahan pada Paspor | Ashar Fuadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s